Postingan

Menampilkan postingan dengan label Konsep Ketauhidan

Aplikasi Tauhid dan Moral dalam Pendidikan Agama Islam

1)       Mensyukuri nikmat Syukur kepada Allah, karena bila mau bersyukur, Allah akan menambah (kebaikan dan rezeki), tetapi bila manusia kufur nikmat, maka sungguh siksa Allah amat dahsyat. Seperti firman Allah, yakni: Artinya: “Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S. Ibrohim Ayat 7) Maka bersyukur kepada Allah mestilah bertauhid, tidak ada lain.Sebab  orang  yang  musyrik  berarti  menghina  Allah,  durhaka  dantidak  mengerti  siapa  Allah  sebenarnya. 2)      Mentauhidkan Allah Tanamkanlah rasa keimanan yang murni sejak anak mulai usia pada tingkatan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, karena naluri anak-anak yang seusia sekian telah bisa menerima pendidikan keimanan. Bahwa syirik adalah sebesar-bes...

Tauhid dan Moral sebagai Karakter Utama dalam Pendidikan Islam

A.     TAUHID DAN MORAL DALAM ISLAM 1.       Tauhid Dilihat dari segi Etimologis, tauhid berarti “KeesaanAllah”. Tauhid adalah keyakinan akan Esa-nya ketuhanan Allah SWT, dan ikhlasnya peribadatan hanya kepada-Nya, dan keyakinan atas nama-nama serta sifat-sifat-Nya. a)       Kepercayaan kepada Tuhan dan mentauhidkan Tuhan “Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi     dan menundukkan matahari dan bulan?" tentu mereka akan menjawab: "Allah", Maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar)”. (QS. Al ‘Ankabut : 61) Berdasarkan ayat di atas Taufik Rahman (2009:56) menjelaskan bahwa keesaan Allah dalam “penyembahan” (ibadah) menghendaki dua hal, yaitu : 1)       Pertama, tidak boleh mengakui ketuhanan selain Allah Swt dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apapun. 2)       ...