BODY SHAMING | Pengertian | Bentuk | Faktor Penyebab | Ciri-ciri | Dampak | Upaya Pencegahan

Pada pembahasan sebelumnya, kita sudah mengetahui apa itu bullying, macam – macamnya, sampai dampak dan upaya menghentikan bullying. Nah, pada pembahasan kali ini kita akan mengupas secara mendalam mengenai salah satu bentuk bullying, yaitu body shaming. Materi ini sangat penting kita ketahui agar nantinya kita bisa mencegah perilaku body shaming, baik sebagai korban ataupun sebagai pelaku. Konsep yang akan dibahas antara lain, pengertian, bentuk-bentuk, faktor penyebab, ciri-ciri, dampak, serta upaya pencegahan dan cara untuk stop body shaming. Mari kita simak !

Sejarah dan Pengertian Body Shaming

Menurut Merriam Webster, penggunaan istilah body shaming pertama kali diketahui pada 1996. Penulis buku Fat Shame : Stigma and the Fat Body in American Culture, Amy Erdman Farrell mengatakan pada International Business Times bahwa industri diet sudah dimulai pada 1920-an, karena saat itu terdapat begitu banyak iklan diet. Akan tetapi, hal tersebut dimulai di antara orang kulit putih kelas menengah. Lemak dianggap sebagai tokoh antagonis dan tanda tubuh yang tidak beradab serta primitif. Hal ini berkaitan dengan rasisme yang berusaha meyakinkan bahwa orang-orang Afrika dan penduduk asli mempunyai strata yang lebih rendah.

Menurut Clarity Clinic, body shaming adalah perbuatan mempermalukan seseorang berdasarkan bentuk tubuhnya dengan cara mengejek. Body shaming adalah salah satu bentuk perundungan atau bullying. Body shaming merupakan suatu tindakan atau perilaku yang tidak terpuji dengan mengkritik tubuh seseorang, baik itu fisiknya maupun gaya penampilannya. Perbuatan body shaming biasanya akan memberikan komentar buruk atau negatif, baik untuk diri sendiri ataupun orang lain. Body shaming juga diartikan sebagai sebuah tindakan atau praktik menghina bentuk dan ukuran tubuh orang lain, dan termasuk ke dalam suatu bentuk verbal-bullying.

Body shaming terdiri dari dua kata, yakni ‘body’ dan ‘shaming’. Body berarti tubuh atau badan. Sementara, mengutip dari Cambridge Dictionary, shaming mempunyai definisi the act of publicly criticizing and drawing attention to someone, especially on the internet. Artinya, shaming adalah perilaku mengkritik seseorang di depan umum dan menarik perhatian publik terhadap seseorang, khususnya di dunia maya. Psikolog Tara de Thouars mengatakan bahwa body shaming terjadi jika seseorang melecehkan, menghina, atau meledek terkait dengan tubuh. Tindakan body shaming bertujuan untuk mempermalukan orang lain.

Hukum tentang Larangan Body Shaming

Dalam sila kedua, terkandung nilai kemanusiaan. Menurut buku Pasti Bisa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SD/MI Kelas IV karangan Tim Tunas Karya Guru, salah satu contoh sikap sila ke-2 Pancasila adalah mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Karena body shaming merupakan salah satu bentuk perundungan, maka sikap ini bertentangan dengan sila ke-2 Pancasila. Oleh sebab itu, di Indonesia terdapat hukum perundang - undangan yang mengatur tentang larangan bullying, termasuk perilaku body shaming.

Perbuatan body shaming atau penghinaan fisik di media sosial maupun ruang publik dapat dilaporkan ke kepolisian dan dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 3 UU ITE tentang pencemaran nama baik atau penghinaan. Serta Pasal 315 KUHP tentang penghinaan ringan.

Dalam Pasal 27 ayat 3 UU ITE berbunyi “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.

Sedangkan, berdasarkan Pasal 315 KUHP berbunyi “Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”.

Bentuk – Bentuk Perilaku Body Shaming

Berdasarkan wujudnya, tindakan body shaming dapat dibagi menjadi dua bentuk, antara lain :

1.       Body Shaming terhadap diri sendiri

Hampir semua orang pernah melakukan body shaming terhadap dirinya sendiri. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor internal seperti, merasa kurang percaya diri, insecurity, menganggap kekurangan yang dimiliki sebagai sebuah kelemahan, dan sebagainya. Jika hal ini berlebihan maka akan berdampak buruk pada diri sendiri maupun orang lain.

2.       Body Shaming terhadap orang lain

Tidak jarang kita melihat tindakan body shaming sebagai salah satu cara perundungan yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain. Hal ini dilakukan dengan cara memberi komentar kepada orang lain berupa kritikan yang disampaikan secara buruk, sehingga orang yang dikritik merasa tersinggung bahkan sakit hati.

Body Shaming terhadap diri sendiri maupun orang lain dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

1.       Secara Langsung

Yakni jenis perundungan dengan mengomentari bentuk atau ukuran tubuh maupun penampilan seseorang dibicarakan secara langsung di depan orang yang ingin dikritik. Selain itu, body shaming secara langsung bisa terjadi dengan memberikan komentar negatif pada diri sendiri. Misalnya, ketika sedang berbelanja di mall dan sales menawarkan baju gaun pendek untukmu, kemudian kamu menolak dengan berkata bahwa gaun tersebut tidak cocok untuk kamu karena kulitmu hitam dan tubuhmu gemuk, jadi gaun itu tidak bagus jika kamu yang memakainya.

2.       Secara Tidak Langsung

Merupakan perilaku mengkritik tubuh orang lain ataupun diri sendiri secara tidak langsung, yaitu membicarakan bentuk atau ukuran tubuh seseorang tanpa sepengetahuan orang yang dikritik. Misalnya, bergosip dan menyampaikan kritikannya ke orang lain untuk mencemarkan nama baik orang tersebut di belakang dan orang itu tidak mengetahuinya atau secara sembunyi - sembunyi. Body shaming terhadap diri sendiri secara tidak langsung terjadi karena tidak percaya diri dan cenderung merendahkan diri sendiri. Misalnya, malu bertemu orang lain karena berjerawat.

Selain itu, berdasarkan tingkat kesadaran, body shaming dibagi menjadi dua, antara lain :

1.       Secara Sengaja

Pelaku body shaming yang dilakukan secara sengaja berarti mengejek orang lain karena fisik dan gaya penampilannya atas kesadaran penuh dan berdasarkan keinginan si pelaku itu sendiri. Biasanya, perilaku seperti ini dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain yang lebih lemah darinya. Tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai suatu perundungan atau bullying. Body shaming diperbuat oleh pelaku dengan sadar dan sengaja yang bertujuan untuk memuaskan kemauannya, walaupun hanya bersifat sementara.

2.       Secara Tidak Sengaja

Body shaming secara tidak sengaja berarti pelaku melakukannya dalam keadaan tidak sadar. Misalnya, hanya bermaksud untuk candaan dan sekedar topik obrolan. Meskipun begitu, mengkritik tubuh orang lain merupakan hal yang bersifat sangat sensitif, jadi sebaiknya tidak menggunakan tubuh seseorang untuk dijadikan bahan candaan ataupun topik obrolan. Yang kita anggap wajar dan biasa saja belum tentu sama dengan orang lain, bisa saja candaan tersebut dianggap serius oleh mereka.

Body shaming terhadap orang lain kerap terjadi karena pelaku menilai tubuh seseorang berdasarkan standarnya. Padahal, belum tentu ukuran gemuk yang ia maksudkan sama dengan standar yang orang lain miliki.

Body shaming bisa terjadi melalui :

1.       Body Shaming di Dunia Nyata

merupakan body shaming yang terjadi di kehidupan secara nyata dan berwujud. Hal tersebut, sering kita jumpai secara langsung di lingkungan sekitar kita. Misalnya, di lingkungan sekolah ada teman yang mengomentari ukuran tubuh seseorang yang terlalu gemuk karena banyak membeli jajanan di kantin. Sehingga, bisa saja terjadi di kehidupan kita sehari – hari, baik di lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, bahkan lingkungan keluarga.

2.       Body Shaming di Dunia Maya

Sedangkan body shaming di dunia maya bukan berarti terjadi di kehidupan tidak nyata atau alam ghoib, melainkan orang – orang mengomentari fisik tubuh seseorang melalui teknologi informasi, media sosial, dan jejaring internet. Seperti, memberi komentar buruk di Instagram mengenai fisik seorang selebgram. Jika selebgram tersebut merasa dirugikan, maka perbuatan tersebut bisa dilaporkan sebagai bentuk cyber-bullying maupun pencemaran nama baik.

Faktor – Faktor Penyebab Seseorang Melakukan Body Shaming

1.       Merasa dirinya paling sempurna atau justru sebaliknya yaitu merasa dirinya banyak kekurangan

2.       Kurang percaya diri dan cenderung merendahkan diri sendiri atau merasa insecure

3.       Suka merendahkan dan menganggap remeh orang lain

4.       Suka melihat dan menilai segala sesuatu dari kesempurnaan fisik

5.       Menetapkan standar kecantikan sendiri, padahal cantik itu relatif

6.       Merasa superior dan suka mengejek orang yang lebih rendah atau lemah darinya

7.       Kurangnya pemahaman mengenai dampak/akibat perilaku body shaming

8.       Kurang membiasakan diri untuk berbicara dengan sopan dan baik

9.       Rendahnya kesadaran dan tingkat pendidikan seseorang

10.   Pengaruh buruk dari lingkungan sekitar

Hal – Hal yang Berkaitan dengan Body Shaming

Dalam mengomentari atau memberikan kritikan pada diri sendiri maupun orang lain yang berkenaan dengan fisik atau body shaming, yang menjadi bahan atau tolak ukurnya, antara lain :

1)      Berat badan, seperti gemuk atau kurus

2)      Bentuk tubuh, seperti mata sipit dan hidung pesek

3)      Ukuran tubuh, seperti tinggi badan terlalu pendek

4)      Gaya seseorang, seperti culun atau imperaktif

5)      Gaya rambut, seperti gondrong atau botak

6)      Cara berpakaian, seperti modis atau tidak

7)      Riasan wajah, seperti terlalu tebal atau menor

8)      Aksesoris yang dipakai, seperti terlalu lebay

Ciri – Ciri Perilaku Body Shaming :

1.       Membandingkan bentuk tubuh, menganggap bahwa bentuk tubuh lebih baik dari orang lain atau menganggap bahwa tubuh sendiri kurang ideal.

2.       Memaksakan standar diri sendiri pada orang lain, setiap orang punya standar tubuh sendiri, namun memaksakan standar diri kita ke orang lain dapat memberikan luka bagi orang lain.

3.       Menyindir dengan ironi, yaitu berkata yang tidak pantas dengan menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain, komentar seperti ini termasuk body shaming

4.       Menganggap tubuh diri sendiri atau orang lain paling gemuk, padahal kenyataannya tidak. Menurut psikoterapis Karen R. Koenig, M.Ed, LCSW, komentar ini bisa jadi akan sangat menyakitkan bagi orang lain. Jika Anda melakukannya, hal ini dapat mempermalukan teman Anda yang berat badannya berlebih.

5.       Menyuruh orang lain untuk rajin olahraga. Anda mungkin mengira bahwa Anda hanya sekadar memberikan informasi penting soal olahraga yang patut dicoba oleh orang lain. Padahal, bisa jadi teman Anda malah tersinggung dan menganggap Anda menyuruhnya untuk olahraga karena tubuhnya gemuk.

6.       Salah satu ciri Anda melakukan body shaming adalah menganggap tubuh sendiri paling ideal di antara yang lainnya.

7.       Suka mengkritik penampilan sendiri, mengkritik penampilan orang lain di depan mereka, ataupun mengkritik penampilan orang lain tanpa sepengetahuan mereka.

Dampak – Dampak dari Perilaku Body Shaming :

1.       Mengakibatkan trauma emosional, kemarahan, rasa malu, dan ketidakpercayaan diri.

2.       Berpotensi menyebabkan gangguan dismorfik atau obsesi berlebihan terhadap bagian kecil dari tubuh bagi orang lain

3.       Kecemasan sosial

4.       Merasa diri sendiri lebih rendah dari yang lain

5.       Merasa kesepian dan mengasihani diri sendiri

6.       Menimbulkan gangguan mental, seperti depresi

7.       Menimbulkan gangguan makan, seperti bulimia atau binge eating

8.       Meningkatkan risiko bunuh diri

9.       Munculnya kebiasaan makan yang tidak sehat

10.   Meningkatkan risiko terjadinya obesitas

11.   Anoreksia, sehingga seseorang menolak untuk makan

Upaya Pencegahan dan Cara untuk Menghentikan Body Shaming :

1.       Sadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna

2.       Belajar untuk menjadi pribadi yang baik

3.       Berhenti sibuk memikirkan orang lain

4.       Berhenti merendahkan diri sendiri dan orang lain

5.       Cari topik obrolan dan candaan yang lebih seru, selain mengomentari fisik seseorang

6.       Jangan menilai seseorang dari fisiknya tapi dari hatinya

7.       Jika kamu mendapati orang sekitar menjadi pelaku, jangan hanya tinggal diam tapi ingatkan efek buruknya.

8.       Apabila kamu menemukan body shaming di media sosial, segera laporkan agar platform tersebut segera merespons dan mengontrol konten negatif itu.

9.       Jika kamu merasa menjadi korban body shaming dan merasa tidak nyaman, pertimbangkan untuk bicara dengan orang terdekat sampai profesional kesehatan mental.

10.   Bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan kita dengan sebaik – baiknya, serta atas pemberian nikmat Kesehatan dan sebagainya.

11.   Menyibukkan diri untuk menyempurnakan iman dan akhlak

12.   Menyibukkan diri untuk mengasah bakat serta perbanyak prestasi, karena di masa sekarang yang menjadi penentu kesuksesan sebagian besar bukan dari bentuk fisik, melainkan berdasarkan tingkat kecerdasan.

Setelah membaca materi di atas, maka kita dapat mengenali apa itu body shaming, apa saja bentuk – bentuk, ciri – ciri, dampak – dampak, sampai upaya pencegahannya. Oleh karena itu, mari kita bersama – sama menyerukan misi stop body shaming. Sekian, semoga materi kali ini juga bermanfaat. Mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisannya. Terima kasih. Salam Literasi !

 

SUMBER REFERENSI :

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5672634/viral-nurul-akmal-alami-body-shaming-ini-definisi-dan-dampak-yang-perlu-siswa-ketahui

https://www.alodokter.com/body-shaming-apakah-kamu-melakukannya

https://www.suara.com/news/2021/06/17/205746/apa-itu-body-shaming-dan-bagaimana-dampak-buruknya?page=all

https://www.liputan6.com/health/read/4580274/mengenal-body-shaming-dan-penyebab-orang-melakukannya

https://health.kompas.com/read/2021/08/06/193100468/kenali-apa-itu-body-shaming-dan-efek-buruknya-pada-kesehatan-mental?page=all

https://indonesiabaik.id/infografis/stop-body-shaming

https://instagram.com/mentalhealing.id?utm_medium=copy_link 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku "Pendidikan" Karya Ki Hajar Dewantara

Bentuk dan Contoh Kompensasi Non Finansial

Program Studi Pendidikan Masyarakat