Pembatasan Waktu Penggunaan Gawai Bagi Anak Usia Dini
Sebelum kita masuk pada inti pembahasan mengenai pembatasan
waktu penggunaan gawai bagi anak usia dini, alangkah baiknya apabila kita
mengulas lebih jauh tentang fungsi serta dampak penggunaan gawai bagi anak usia
dini, baik pengaruh negatif ataupun positifnya.
Dampak positif penggunaan gawai yang
sesuai porsi:
1.
Mempertajam indera
penglihatan
Para peneliti menyatakan bahwa game action, seperti perang-perangan merangsang ketajaman mata saat harus membidik senjata dan mengarahkannya kepada lawan. Demikian halnya dengan game balap mobil yang “memaksa” anak lebih awas mengamati jalan agar terhindar dari rintangan.
2.
Menunjang proses tumbuh
kembang anak
karena dapat membantu perkembangan motoriknya. Misalnya, saat anak bermain game dengan konsol, tablet, atau smartphone yang mengharuskannya menggerak-gerakkan jari dan tangan dengan sigap.
3.
Menunjang perkembangan
kecerdasan otak anak
Selain game action, permainan bernuansa edukasi juga sangat direkomendasikan. Beberapa jenis game terbukti dapat meningkatkan keterampilan matematika serta logika, seperti Tetris atau game rancang bangun lainnya.
4.
Menunjang kompetensi matematika
sekaligus fisika
Misalnya, permainan Angry Bird yang sempat viral beberapa waktu yang lalu juga berdampak positif untuk menunjang kompetensi matematika sekaligus fisika.
5.
Mengembangkan
keterampilan bahasa asing anak
Ditambah lagi mengakses situs-situs dari luar negeri juga dapat mengembangkan keterampilan bahasa asing anak.
6.
Mempermudah komunikasi
Dalam hal ini Gadget
dapat mempermudah komunikasi dengan orang lain yang berada jauh dari kita
dengan cara sms, telepon, atau dengan semua aplikasi yang dimiliki dalam gadget
kita.
7.
Menambah pengetahuan
Dalam hal pengetahuan kita dapat dengan mudah meng akses atau mencari situs tentang pengetahuan denga menggunakan aplikasi yang berada di dalam gadget kita Contoh aplikasi: Detik. Kompas.com. dll.
8.
Menambah Teman
Dengan banyaknya jejaring sosial yang bermunculan akhir-akhir ini kita dapat dengan mudah menambah teman melalui jejaring sosial yang ada melalui gadget yang kita milki.
9.
Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru
Dengan adanya metode pembelajaran ini. dapat memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
Nah, sekarang terbukti bahwa dampak positif gadget bagi anak ternyata
juga cukup besar asalkan digunakan secara bijaksana. Tidak ada salahnya
memperkenalkan gadget sejak dini mengingat di masa depannya nanti setiap segi
kehidupannya akan bersinggungan dengan teknologi canggih. Namun, penggunaan
gawai yang berlebihan serta tidak diawasi oleh orang tua, maka akan berdampak
buruk bagi sang anak.
Dampak negatif penggunaan gawai yang
berlebihan:
1. Waktu terbuang sia-sia
Anak-anak akan sering lupa waktu ketika sedang asyik bermain gadget. Mereka membuang waktu untuk aktifitas yang tidak terlalu penting, padahal waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk aktifitas yang mendukung kematangan berbagai aspek perkembangan pada dirinya.
2. Perkembangan otak
Terlalu lama dalam penggunaan gadget dalam seluruh aktifitas sehari-hari akan menganggu perkembangan otak. Sehingga menimbulkan hambatan dalam kemampuan berbicara (tidak lancar komunikasi), serta menghambat kemampuan dalam mengeskpresikan pikirannya.
3. Menurunnya nilai-nilai sosial, budaya, dan agama pada anak
Banyaknya fitur atau aplikasi yang tidak sesuai dengan usia anak, miskin akan nilai norma, edukasi dan agama. Sehingga, anak cenderung melewati batas wajar suatu kenakalan.
4. Menganggu Kesehatan
Semakin sering menggunakan gadget akan menganggu kesehatan terutama pada mata. Selain itu akan mengurangi minat baca anak karena terbiasa pada objek bergambar dan bergerak. Selain itu, bisa mengubah postur tubuh. Ketika kerap melihat ponsel leher dan pundak turut terkena efeknya.
5. Menghilangkan
ketertarikan pada aktifitas bermain atau kegiatan lain
Ini yang akan membuat mereka lebih bersifat individualis atau menyendiri. Banyak dari mereka diakhir pekan digunakan untuk bermain gadget ketimbang bermain dengan teman bermain untuk sekedar bermain bola dilapangan.
6. Sulit Konsentrasi Pada
Dunia Nyata
Rasa kecanduan atau adiksi pada gadget akan membuat anak mudah bosan. gelisah dan marah ketika dia dipisahkan dengan gadget kesukaannya. Ketika anak merasa nyaman bermain dengan gadget kesukaannya dia akan lebih asik dan senang menyendiri memainkan gadget tersebut. Akibatnya anak akan mengalami kesulitan beriteraksi dengan dunia nyata berteman dan bermain dengan teman sebaya.
7. Terganggunya Fungsi
PFC
Kecanduan teknologi selanjutnya dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. PFC atau Pre Frontal Cortex adalah bagian didalam otak yang mengotrol emosi. kontrol diri. tanggung jawab. pengambilan keputusan dan nilai-nilai moral lainnya. Anak yang kecanduan teknologi seperti games online otaknya akan memproduksi hormon dopamine secara berlebihan yang mengakibatkan fungsi PFC terganggu.
8. Introvert
Ketergantungan terhadap gadget pada anak-anak membuat mereka menganggap bahwa gadget itu adalah segala-galanya bagi mereka. Mereka akan galau dan gelisah jika dipisahkan dengan gadget tersebut. Sebagian besar waktu mereka habis untuk bermain dengan gadget. Akibatnya tidak hanya kurangnya kedekatan antara orang tua dan anak-anak juga cenderung menjadi introvert.
9. Berisiko terhadap perkembangan psikolog si Kecil
karena tidak sedikit di dalam gadget sering ada tontonan kekerasan terhadap sesama. Si Kecil bisa saja meniru adegan tersebut karena si Kecil cenderung ingin melakukan hal yang dilihat dan ditontonnya.
Setelah kita mengetahui dan memahami dampak atau pengaruh penggunaan
gawai oleh anak usia dini, maka selanjutnya kita harus melakukan sebuah upaya
pencegahan agar sang anak tidak berlebihan atau kecanduan dalam penggunaan
gawai serta mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan. Namun, sebelum itu kita
bahas terlebih dulu mengenai karakteristik, ciri-ciri, dan mengidentifikasi
anak yang telah kecanduan gawai, agar kita dapat mengantisipasinya.
Perilaku
anak terkait dengan gadget yang harus diwaspadai, yaitu:
1. Ketika keasyikan
dengan gadget anak jadi kehilangan minat dalam kegiatan lain.
2. Anak tidak lagi suka
bergaul atau bermain diluar rumah dengan teman sebaya.
3. Anak cenderung
bersikap membela diri dan marah ketika ada upaya untuk mengurangi atau
menghentikan penggunaan games.
4. Anak berani berbohong
atau mencuri-curi waktu untuk bermain gadget.
5. Anak yang menghabiskan
waktunya dengan gadget akan lebih emosional, pemberontak karena merasa sedang
diganggu saat asyik bermain game.
6. Malas mengerjakan
rutinitas sehari-hari.
7. Tidak mempedulikan orang disekitarnya.
Perilaku-perilaku
tersebut merupakan tanda bahwa mereka sedang membutuhkan bantuan dalam
menghentikan aktifitasnya dengan kecanduan bermain gadget. Meskipun sebenarnya
bermain gadget memiliki beberapa manfaat untuk membentuk sikap cekatan, melatih
fokus, serta meningkatkan kecakapan dalam berbahasa inggris. Solusi
terhadap permasalahan pemakaian gadget pada anak usia dini dengan cara
membatasi pemakaian gadget, mengawasi anak dalam bermain gadget dengan figur
orang tua yang berperan sangat penting serta memberi jadwal waktu yang tepat
saat anak bermain gadget, agar gadget tidak dapat menghambat perkembangan
sosial anak usia dini. Dampak positif smartphone, tablet, atau laptop
bagi anak akan lebih optimal dalam penggunaannya diawasi dan dikontrol oleh
orang tua. Inilah beberapa cara dan tips yang dapat dicoba untuk mendampingi
buah hati memainkan gawai kesayanganya.
Tips
Mendampingi Anak Menggunakan Gadget/gawai:
1. Menjadi teladan yang baik
Orang tua adalah role model pertama bagi si Kecil dan dari orang tualah mereka belajar menggunakan perangkat digital yang tepat. Jadi, orang tua seharusnya tidak memainkan ponsel sepanjang hari, tidak mengacuhkan orang lain saat mengakses smartphone, dan tidak berkendara atau makan sambil menelepon atau menjawab pesan.
2. Membangun interaksi dengan anak
Jangan sampai keberadaan gadget membuat anak terlalu asyik dan sibuk dengan dunia maya. Untuk mengantisipasi hal ini pastikan interaksi orang tua dengan buah hati berjalan dengan sehat dan lancar.
3. Membuat kesepakatan durasi bermain gadget
Menurut para ahli di American Academy of Pediatrics, anak-anak dan remaja sebaiknya tidak menggunakan gawai paling tidak satu jam menjelang tidur. Sebaiknya, orang tua juga membatasi waktu bermain gadget dalam sehari di luar aktivitas belajar di kelas online. Untuk menghindari kecanduan gadget orang tua perlu menyibukkan buah hati dengan aktivitas yang positif terutama saat harus tinggal di dalam rumah. Hal ini untuk mengusir rasa bosan yang membuat mereka terpancing untuk mengakses dunia maya.
4. Update pengetahuan tentang teknologi
Orang tua perlu mengikuti perkembangan dunia digital agar dapat melakukan pengawasan secara optimal kepada buah hati. Bila perlu mintalah anak mengajari Anda dan ini bisa menjadi aktivitas family time yang menyenangkan.
5. Berteman dengan anak di media sosial
Walaupun sebenarnya tidak tertarik untuk menggunakan media sosial, tetapi sebagai orang tua anak-anak jaman sekarang, maka perlu memiliki akun medsos. Manfaatnya adalah untuk berinteraksi dengan buah hati di dunia maya sekaligus memonitor aktivitas online mereka. Namun perlu dicatat bahwa hal ini seharusnya dilakukan dengan bijak. Orang tua wajib tetap mengutamakan privasi anak agar mereka tetap nyaman berkomunikasi secara online. Jangan sampai membuka rahasia atau mempermalukan mereka di media sosialnya.
6. Batasi konten
Konten-konten yang dapat diakses anak dengan usia
kurang dari 9 tahun wajib dikontrol oleh orang tua. Untuk menghindari dampak
negatif gawai, utamakan materi-materi pengetahuan dan pendidikan. Bisa
menggunakan aplikasi yang disebut Family Link yang menyediakan berbagai fitur
untuk mengatasi aktivitas anak di dunia maya. Aplikasi ini juga dapat mengunci
gadget dari jarak jauh, mengetahui lokasi buah hati, serta mencegah anak
mengakses aplikasi terlarang.
Pada kondisi
saat ini dampak positif gadget bagi pelajar memang lebih terasa sebagai sarana
belajar secara daring untuk menunjang aktivitas akademiknya. Meski begitu, orang
tua tetap perlu mendampingi kegiatan mereka pada dunia digital. Dengan menjadi
role model yang baik, anak akan belajar menggunakan gadget secara bijaksana.
Selain orang tua, guru pun memiliki peran terhadap
penggunaan gawai pada anak karena guru menjadi orang tua kedua bagi anak di
sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya. Sehingga, guru perlu mempersiapkan
diri baik secara materi ataupun diri untuk mengatur, membimbing, mengawasi, dan
mendidik anak pada era digital ini. Oleh karena itu, guru dan orang tua perlu
bekerja sama agar membuat anak menjadi penggunaan gawai yang baik, aman,
nyaman, dan sehat. Orang tua tidak hanya menggunakan pendampingan terbatas
melainkan mengkolaborasikan pendampingan aktif, pendampingan terbatas, dan
pendampingan bersama untuk mengatur dan mengelola penggunaan gawai pada anak.
1.
Pendampingan aktif
Pertama, orang tua akan mendiskusikan konten yang dapat diakses oleh anak. Kedua, orang tua akan mencarikan dan memilih konten bagi anak. Ketiga, orang tua memberitahukan isi konten dengan memberikan deskripsi tentang konten tersebut ataupun menanyakan isi konten pada anak.
2.
Pendampingan terbatas
orang tua tidak memberikan jadwal atau hari khusus untuk anak menggunakan gawai melainkan orang tua memberikan durasi penggunaan dalam sehari yang bergantung pada kondisi orang tua, anak, dan lingkungan. Selain itu, orang tua memberi batasan terhadap konten seperti konten kekerasan atau bullying, gaming, mukbang, dan konten seksual serta aplikasi media sosial. Orang tua hanya memberikan ijin anak menggunakan youtube kids karena lebih aman. Selain itu, orang tua juga memerhatikan jarak penglihatan anak dengan layar gawai, dan posisi penggunaan gawai serta memberikan aturan yang jelas dalam mengoperasikan gawai. Pemberian batasan dan aturan pada anak bertujuan agar anak tidak terlalu fokus ke gawai dan tidak seenaknya ketika menggunakan gawai serta membuat anak lebih terarah dan disiplin.
3.
Pendampingan bersama
Ayah
dan ibu turut mendampingi anak dalam menggunakan gawai dan tidak pernah membiarkan
anak untuk menggunakan gawai sendiri harus ada yang mendampingi termasuk ayah.
Ayah ikut berpartipasi dalam pendampingan bersama ini bertujuan untuk mengganti
waktu yang kurang dengan anak sehingga pendampingan bersama anak menjadi salah
satu upaya ayah meningkatkan kedekatan satu sama lain. Ketika ayah atau ibu
tidak dapat mendampingi anak maka orang tua akan meminta bantuan kepada anggota
keluarga lainnya. Dengan demikian, dalam pendampingan bersama ini, ibu dan ayah
saling mendukung dan bekerjasama untuk mendampingi dan menggunakan gawai
bersama anaknya.
Dengan orang tua
mengkolaborasikan pendampingan tersebut, maka gawai ini dapat menjadi
bermanfaat bagi anak terutama dalam mengembangkan dan mengoptimalkan
perkembangannya serta dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari
penggunaan gawai.
Daftar
Pustaka
https://core.ac.uk/download/pdf/333813602.pdf
https://pintek.id/blog/dampak-positif-gadget/
http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/jpls/article/view/3205
http://repository.upi.edu/66267/6/T_PAUD_1906395_Chapter5.pdf
Hana pebriana putri, 2017. Analisis Penggunaan
Gadget aterhadap Kemampuan Interaksi Sosial Pada Anak Usia Dini. Riau: PGSD FIP
universitas Pahlawan Ruanku Tambusai
Idad Suhada, 2016. Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini
(Raudhatul Athfal). Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Masganti sit, 2015. Psikologi Perkembangan Anak Usia dini Jilid
I. Medan: Perdana Publishing
Muhibbin
Syah. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada
Jonathan.
dkk. 2015. Perancangan Board Game Mengenai Bahaya Radiasi Gadget Terhadap Anak.
Surabaya: Universitas Kristen Pertra Surabaya
Hastuti.
2012.Psikolog Perkembangan Anak. Yogyakarta: Tugu Publisher.
Kusuma. Yuliandi dan D. Ardhy Artanto. 2011. Internet untuk Anak Tercinta. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Komentar
Posting Komentar