Puisi | Tema : Pandemi Covid-19
Terjebak dalam Ruang
Detakan
waktu yang bergema
Memenuhi
ruang yang tersisa
Bagaikan
labirin di dalamnya
Berlapis
dinding sederhana
Jalan keluar
ada di depan mata
Namun tak
kuasa 'tuk melangkah
Menarik diri
dari dunia luar
Entah
mengapa aku hilang arah
Genap sudah
dua tahun lamanya
Hari yang
sama terus berulang
Seolah mesin
waktu menipu mata
Tiap
kejadian sama diputar kembali
Sembunyi di
tempat yang sama
Petak umpat
yang tiada habisnya
Meratapi
nasib penuh kehampaan
Kekosongan
jiwa karna penyendirian
Terpaku pada
benda berbentuk kotak
Tak lepas
dari genggaman tangan
Kini, kehidupan
dijalankan di dalamnya
Tanpa batasan
ruang dan waktu
Oh alam
jagat raya
Engkau
menang dan kami kalah
Ilusi yang engkau
tampilkan
Sungguh luar
biasa
Kekacauan
apa yang bumi alami
Mereka
menyebutnya pandemi
Generasi
muda merasa sedih
Hilang masa
sekolah di usia dini
Pemuda -
pemudi gelisah
Terjebak
dalam ruang
Membatasi
gerakan mereka
Dalam
memajukan bangsa
Kaum dewasa
pun banyak menderita
Namun pasrah
bukan jalan keluarnya
Sulit
rasanya mencari sesuap nasi
Bagaikan
kehancuran hamparan padi
Para lansia
merintih kesakitan
Menanggung
penyakit yang diderita
Tak cukup,
ditambah virus melanda
Masa sulit
saat penghabisan usia
Kembali
kepada pemilik jagat raya
Menunggu
barisan tak pandang usia
Sudahkah
kita merasa pantas
Siapkah diri
ini mengakhiri cerita
Bencana
menimpa begitu lamanya
Sadarkah
kita sebagai manusia
Peringatan
apa dan mengapa
Yang hendak
disampaikan-Nya
Kehancuran
alam dan pola hidup
Apakah
karenanya kita menderita
Perintah
yang tak dijalankan
Larangan
yang diacuhkan
Haruskah
kita kembali
Sudahkan
terlambat
Masih adakah
harapan
Mari benahi kualitas diri
Pengarang : Kayla Hanun
Nama Pena : gpenakaykei25
Komentar
Posting Komentar