MEMBANGUN JIWA KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
Arti kepemimpinan memiliki definisi yang
berbeda – beda. Secara kodrat dan hakikat, setiap manusia dilahirkan dengan
mewariskan jiwa kepemimpinan. Kepemimpinan dapat diartikan sebagai suatu
interaksi antara seseorang dan orang lain dalam suatu kelompok. Setiap individu
dalam interaksi suatu kelompok mempunyai peranan masing-masing yang harus
dipilih atau dipisahkan. Dasar pemilihan itu adalah pengaruh dari seseorang
yang dianggap sebagai pemimpin, sedangkan orang yang dipimpin yang akan
menjawab. Oleh karena itu, pemimpin juga bisa disebut sebagai motor atau mesin
penggerak.
Kepemimpinan termasuk dalam bagian sifat
atau karakter seseorang. Semua manusia punya kemampuan dalam memimpin, tapi
tidak semua orang mampu merealisasikan kemampuannya tersebut, dan mengimplementasikan
kemampuan itu untuk memimpin manusia lainnya. Selain itu, kepemimpinan tidak
hanya kemampuan untuk memimpin orang lain, melainkan juga memimpin diri
sendiri. Dan yang terpenting adalah bahwa kepemimpinan itu merupakan suatu
tindakan, bukan sebuah jabatan.
Sedangkan, organisasi adalah suatu
perkumpulan atau tempat yang mewadahi seseorang dalam memanfaatkan sumber daya
yang ia miliki serta mengembangkan potensi dalam dirinya. Organisasi
kemahasiswaan diartikan sebagai wadah atau tempat bagi mahasiswa untuk
mengembangkan kapasitas atau kemampuan kemahasiswaannya berupa aspirasi,
inisiasi, atau gagasan-gagasan yang kreatif dan positif melalui kegiatan -
kegiatan yang relefan dan sesuai dengan visi dan misi institut perguruan tinggi
itu sendiri.
Kemimpinan pada organisasi adalah hal
yang penting dan diharuskan dalam kehidupan, agar hidup menjadi teratur dan keadilan
pun bisa diterapkan. Seorang pemimpin mempunyai tugas, diantaranya memberikan
pemahaman dan menangani kondisi orang yang dipimpinnya, serta memotivasi mereka
untuk dapat bekerja dengan lebih keras lagi. Kepemimpinan pada organisasi cukup
penting, sebab dalam kemampuan kepemimpinan yang baik dan efektif bertujuan
untuk membangun, mendorong dan menggerakkan organisasi agar memperoleh kesuksesan.
Kepemimpinan yang efektif membutuhkan kerjasama
kelompok, produktivitas, kepuasaan kerja, komunikasi yang baik, dan
semangat koordinasi yang baik demi memperoleh tujuan organisasi.
Peran seorang pimpinan dalam suatu
organisasi yaitu diibaratkan sebagai salah satu ujung tombak dari kesuksesan
dan keberhasilan organisasi. Contoh peran pemimpin dalam organisasi yaitu
menyelesaikan konflik atau masalah dengan baik yang terjadi antara orang –
orang yang dipimpinnya pada organisasi. Berikut karakteristik pemimpin :
- Memancarkan
energi positif
- Percaya pada
orang lain
- Menjalani hidup
yang seimbang
- Mampu membawa
sebuah perubahan
Untuk membentuk jiwa kepemimpinan dapat dilakukan
dengan cara, sebagai berikut :
- Berani mengambil
resiko
- Menanamkan sikap
positif
- Menghargai waktu
- Memiliki harapan
baik dan tinggi
- Miliki motivasi
yang terus berkembang
- Menjadi orang
yang inovatif
Sebenarnya, seorang pemimpin berangkat dari seorang prajurit. Sesungguhnya, pemimpin terbaik adalah prajurit yang taat. Artinya, seorang pemimpin bisa menjadi pemimpin yang baik untuk orang lain jika sebelumnya ia pernah menjadi prajurit yang taat atau orang yang dipimpin menunjukkan karakter ketaatan pada orang lain. Setiap orang punya gaya kepemimpinan yang berbeda – beda, diantaranya ialah :
- Demokratis
- Visioner
- Otoriter
- Praktis
- Suportif
- Strategis
- Multikultural
- Transaksional
Tahapan memanajemen sebuah organisasi yang dilakukan
pemimpin, antara lain :
- Menentukan
kebijakan dan tujuan organisasi.
- Menentukan
sasaran, merekrut anggota untuk bergabung dalam organisasi.
- Menghitung
potensi dan sumber daya, seperti manusia, sarana, dan dana.
- Menentukan
timeline atau batasan waktu.
Suatu organisasi pastilah mempunyai seorang pemimpin. Tanpa ada seorang pemimpin dalam organisasi tidak akan dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya sebab tidak ada yang memimpin dan mengarahkan organisasi tersebut. Pemimpin merupakan seorang yang positif dan penuh percaya diri yang mempunyai visi, misi dan nilai etika yang tinggi, dengan kemampuan menyampaikan gagasan dan mampu dalam rangka mendorong dan berhubungan baik dengan orang lain.
#PMPCAPTAIN2021
DAFTAR PUSTAKA
Andy PP Undap. 1989. Pengaruh gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Penampilan Kerja Guru SPG di Manado dan Minahasa.
Tesis PPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan. Garry Yukl, 1989. Managerial Leadership: A Review of Theory and Research. Journal of Management
Suherman, Usep Deden. (Juli 2019). Jurnal Volume I/ Nomor 02 : "Pentingnya Kepemimpinan dalam Organisasi".
Komentar
Posting Komentar