Cerita Tentang Bahagia Bersama

 Makna Bahagia

Bicara soal bahagia, tentu luas maknanya. Sebuah perasaan yang menenangkan dan membawa ketentraman jiwa. Kebahagiaan digambarkan laksana kupu-kupu yang beterbangan dalam hati dan pikiran, menggelikan sehingga tertawa lepas dibuatnya.

Aku juga mengartikan bahagia sebagai angin sejuk yang tiba, mengeringkan tetesan air yang sebelumnya membanjiri mata. Bahagia bagiku adalah singkatan dari BAnyaknya HArapan dengan berbaGI Asa, sebuah cara sederhana agar bisa bahagia bersama.

Karena kebersamaan membawa kebahagiaan. Kebersamaan tercipta saat adanya harapan. Dan harapan itu dicapai dengan rasa kepedulian.

Bayangkan saja, anggota keluarga tidak saling peduli. Orang tua menelantarkan anaknya, atau anak melawan orang tuanya. Itu karena mereka tidak saling peduli, tidak akan ada harapan "keluarga bahagia" yang bisa dicapai, sebab tiada kebersamaan, tiada gotong royong, dan tiada kasih sayang.

Dalam kehidupan makro, kita bisa bayangkan suatu negara. Rakyatnya sengsara, tidak sejahtera, tiada kebahagiaan. Itu terjadi bilamana tidak adanya kepedulian pemerintah terhadap negara, tidak peduli dengan nasib rakyatnya. Dengan begitu, kebersamaan dan solidaritas masyarakat yang diperlukan tidaklah cukup untuk mewujudkan harapan dan "cita-cita bangsa".

Itulah mengapa, aku mengartikan kata bahagia, sebagai banyaknya harapan dengan berbagi asa. Bahagia itu ketika kita saling peduli, bahagia itu ketika kita mau membagikan harapan ke orang lain, bahagia itu ketika menyaksikan orang-orang yang hampir putus asa kemudian kita bantu agar mereka bisa bangkit menemukan harapannya kembali. Itulah yang disebut bahagia bersama.


Cara Kerja Bahagia

Bahagia itu sesederhana makan malam bersama keluarga di satu meja, saling berbincang, berbagi cerita, dan mengekspresikan kasih sayang. Di situ ada kebersamaan dan kepedulian. Ibu yang peduli pada suami dan anak-anaknya, memasak sejak pagi demi bisa menghidangkan makanan lezat, agar ketika mereka pulang, perut kenyang dan sekeluarga bahagia bisa menyantap makanan lezat yang disajikan. Ibu juga membersihkan rumah supaya keluarganya bisa beristirahat dengan nyaman.

Begitu pun dengan sang kepala keluarga, ia peduli pada istri dan anak-anaknya, sehingga ayah rela bekerja keras dari pagi hingga malam. Mengais rezeki demi keluarganya agar bisa menikmati makanan lezat itu setiap hari, serta kebutuhan lainnya agar terpenuhi. Juga kepedulian sang anak, demi membahagiakan kedua orang tuanya, maka ia rajin bersekolah, belajar dengan tekun agar kelak menjadi sukses dan bisa membanggakan ayah-ibunya.

Manusia juga makhluk sosial. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita bisa bahagia bersama. Sesederhana membeli dagangan seorang pedagang, apalagi sampai memborongnya. Berbagi asa kepada pedagang itu berupa rezeki. Dapat pula ikut serta mendonorkan darah yang diselenggarakan oleh PMI (Palang Merah Indonesia). Bahagia bersama karena memberikan harapan bagi pasien yang membutuhkan agar lekas sembuh.

Dengan bergabung ke komunitas pendidikan dan sosial juga bisa merasakan kebahagiaan bersama. Misalnya, menjadi pengajar relawan untuk anak-anak jalanan, memberi harapan bagi mereka yang putus sekolah agar masih dapat menikmati manisnya buah pengetahuan. Sebagai mahasiswa misalnya, dengan ikut andil dalam program KKN (Kuliah Kerja Nyata), kita bisa bahagia bersama dengan berkontribusi membangun dan memajukan kesejahteraan desa, memberikan harapan bagi warganya.

Atau melalui profesi dan pekerjaan kita. Misalnya, menjadi Tim SAR (Search and Rescue), melakukan pencarian, evakuasi, dan memberikan pertolongan kepada korban bencana alam. Berhasil memberikan harapan bagi korban untuk hidup dan selamat dari kematian membuat Tim SAR ikut bahagia bersama. Seorang penulis juga bisa memberikan secercah harapan bagi pembacanya melalui kata-kata motivasi, kisah inspiratif dari buku, dan karya yang dihasilkannya. Begitu pun dengan pemadam kebakaran, dokter, guru, dan pekerjaan apa pun berpeluang untuk berbagi asa dan merasakan kebahagiaan bersama.

Jadi, tidak ada alasan bagi siapa pun yang merasa sendiri, kesepian, dan tidak punya siapa-siapa, untuk berkata bahwa dirinya tidak bisa bahagia, sekalipun dia yatim piatu, tidak punya keluarga, dan hidup sebatang kara. Kita semua berhak bahagia, kita bisa bahagia bersama-sama, melalui banyaknya harapan dengan berbagi asa. Begitulah menurut ku, cara "bahagia" bekerja.


Berbagi Kebahagiaan

Halo kawan-kawan! izinkan aku membagikan kisah “bahagia bersama” di sini. Mungkin beberapa di antaranya termasuk bahagia bersama kalian. Barangkali ini bisa membawa kalian mengingat kembali momen-momen kebahagiaan tersebut. Check this out!

Bahagia bersama keluarga

Pasca pandemi tahun 2022. Kami pergi berlibur ke destinasi Grojogan Sewu di Tawamangu dan Telaga Sarangan di Magetan. Sungguh momen bahagia bersama keluarga yang begitu menakjubkan. Menikmati indahnya karya Tuhan dengan gundukan gunung beserta air terjunnya yang cantik, serta bentangan air telaga yang jernih. Percikan air keduanya terasa menyegarkan, menenangkan hati dan pikiran yang jenuh sebab lockdown, melepas penat sehabis karantina di rumah yang berkepanjangan.

Bahagia bersama mahasiswa PenMas

Potret ini adalah momen pertama kami melakukan program pengabdian masyarakat, bernama "Kampung Pencinta Sampah" di Pondok Bambu, Jakarta Timur pada tahun 2021. Sebagai mahasiswa baru Universitas Negeri Jakarta jurusan Pendidikan Masyarakat, kami bersyukur bisa memperoleh kebahagiaan bersama dengan cara mengajak warga setempat untuk gotong royong mendaur ulang sampah rumah tangga.

Program ini memberi harapan bagi lingkungan agar tetap lestari, dan harapan bagi masyarakat agar dapat hidup dengan sehat di lingkungan yang bersih. Selain itu, mendaur ulang sampah menjadi kompos ataupun barang bernilai ekonomi, membawa harapan bagi warga di sana untuk menambah penghasilan dan meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Bahagia bersama FIDE'rs

Forum Idekita atau yang akrab disebut FIDE adalah organisasi kemahasiswaan di Fakultas Ilmu Pendidikan, UNJ yang menggeluti bidang literasi dan penalaran. Sejak 2022 - sekarang, saya mendapatkan banyak kebahagiaan dari sini. Misalnya foto-foto ini, adalah program "Bakti Pendidikan" tahun 2022 dengan kegiatan utama berupa mengenalkan pop up book sebagai media literasi yang menyenangkan, bertujuan untuk meningkatkan minat baca pada anak melalui kegiatan bermain dan bercerita. Disertai kegiatan seru lainnya seperti menghias topping donat dan makan bersama, untuk mengasah kreativitas anak-anak dan mengajarkan kebersamaan.

Adapun Bakti Pendidikan 2023 yang lalu menginisiasi tambahan kegiatan baru yang tak kalah seru, yaitu panggung boneka. Anak-anak mendengarkan sebuah dongeng melalui boneka tangan, sehingga mereka bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah tersebut.

Ini adalah momen bahagia bersama ketika kami berdiskusi di alam terbuka. Mengkaji suatu isu, bertukar pikiran, berargumen, serta bermain game. Sungguh mengasyikkan! Dan masih banyak kegiatan lainnya, seperti pelatihan menulis yang juga kami lakukan bersama dengan bahagia.

Bahagia bersama Komunitas Pendidikan Anak

2022 yang lalu aku juga berkesempatan menyelami dunia kependidikan anak. 2 foto dari atas merupakan kegiatan dari KSPA (Kelompok Sosial Pencinta Anak) UNJ. Dan 2 foto di bawahnya adalah komunitas Sekolah Bingkai Anak Jalanan di daerah sekitar stasiun pasar Senen. Keduanya sama-sama memberikan banyak harapan dan berbagi asa kepada anak-anak untuk dapat menempuh pendidikan non formal.

KSPA UNJ sendiri memiliki 3 PAUD yang tersebar di beberapa wilayah Jakarta. Saya turut merasakan kebahagiaan bersama selama bergabung menjadi bagian dari kepengurusan KSPA. Sedangkan di Sekolah Bingkai Anak Jalanan, saat itu bersama teman-teman kelompok saya sedang melakukan observasi, kebetulan kami diberi kesempatan untuk ikut mengajar, fokus utamanya yaitu memberantas buta aksara. Pada hari itu, saya mengajarkan 1-3 anak belajar tentang calistung (membaca, tulis, dan berhitung). Walau hanya sehari, namun rasa "bahagia bersama" ini tetap membekas menjadi kenangan yang indah.


Penutup

Siapa pun kamu, teruslah menanam banyak harapan ya! Walaupun kadang kala, manusia tidak luput dari kesedihan. Sebab dunia terus berputar, kadang kita berada di atas puncak kebahagiaan, dan kadang berada di bawah titik terendah dalam kehidupan kita. Hukum alam juga berlaku selalu berpasangan, ada pria ada wanita, ada langit ada bumi, ada terang ada gelap, ada pelangi setelah hujan, dan di setiap kesedihan pasti juga akan tiba kebahagiaan lainnya. Jadi, jangan lupa untuk terus berbagi asa yaaa, agar kita dapat berbahagia bersama-sama.. :D

Terima kasih telah membacanya, semoga bermanfaat. Salam literasi! Ditulis oleh: Kayla.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku "Pendidikan" Karya Ki Hajar Dewantara

Bentuk dan Contoh Kompensasi Non Finansial

Program Studi Pendidikan Masyarakat