Program dan Jenis Satuan Pendidikan Luar Sekolah/ Nonformal/ Pendidikan Masyarakat
Macam
– Macam Satuan Pendidikan Masyarakat
Menurut Undang - Undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, pasal 26 ayat (4), tercantum bahwa
satuan pendidikan nonformal terdiri atas :
1. Kursus
Ø Kursus adalah:
lembaga pendidikan non formal yang mempelajari suatu keterampilan tertentu
dalam waktu lebih singkat daripada sekolah formal.
Ø Tujuan : memberikan
materi pelajaran tertentu kepada orang dewasa atau remaja agar mereka
memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat dimanfaatkan untuk
mengembangkan diri dan masyarakat.
Ø Contoh : kursus
menjahit, kursus komputer, kursus kecantikan, kursus otomotif, kursus memasak,
dan lain sebagainya.
Ø Kelebihan : menjadi
pilihan pendidikan singkat yang bisa membuat seseorang memiliki keterampilan
sesuai passionnya masing - masing. Dan dapat bekerja langsung di industri yang
bekerja sama dengan lembaga kursus tersebut ataupun bisa menjadi pengusaha
mandiri.
Ø Biaya kursus: biasanya lebih terjangkau bahkan gratis. Itulah sebabnya, kursus menjadi alternatif anak - anak yang putus sekolah.
2. Pelatihan
v Pelatihan merupakan:
kegiatan pengembangan diri yang bisa dilakukan untuk mengembangkan potensi dan melatih
seseorang untuk memperoleh kemahiran atau kecakapan, pelatihan tersebut berkaitan
dengan pekerjaan.
v Tujuan : untuk
memberikan dan meningkatkan suatu pengetahuan dan keterampilan tertentu kepada
kelompok tenaga kerja dalam waktu yang singkat dengan mengutamakan praktek
daripada teori, agar memperoleh
pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam melaksanakan suatu pekerjaan
tertentu dengan cara yang efesien dan efektif.
v Contoh : pelatihan
kepemimpinan, pelatihan tutor, pelatihan teamwork, pelatihan metode pembelajaran,
pelatihan kemampuan bahasa, dll.
v Kelebihan : suatu
kegiatan menarik guna meningkatkan skill karyawan, meningkatkan kualitas hidup,
menambah relasi, dan berguna untuk memotivasi para karyawan demi mencapai
tujuan perusahaan lebih baik.
v Biaya pelatihan: biasanya gratis jika diadakan oleh perusahaan tempat anda bekerja. Tapi, jika mengikuti pelatihan mandiri, maka biayanya bervariasi, dari yang murah hingga yang mahal.
3. Kelompok
Belajar
q Kelompok belajar
(KeJar) : adalah jalur pendidikan non formal yang difasilitasi oleh pemerintah,
atau diperuntukan oleh mereka yang belajar di sekolah berbasis kurikulum non
pemerintah, seperti Cambridge, dan International Baccalaureate (IB).
q Siswa kelompok
belajar umumnya menggunakan seragam baju putih dan celana atau rok panjang
hitam.
q Kelompok belajar
terdiri atas 3 paket, yaitu : Paket A, Paket B, dan Paket C.
q Mereka dapat mengikuti Ujian Kesetaraan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
4. Pusat
Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
Ø PKBM adalah: suatu
wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat diarahkan pada pemberdayaan
potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, budaya, dan ekonomi.
Ø Program yang ada di
PKBM harus relevan, bermakna, dan bermanfaat.
Ø Tujuan : memperluas
kesempatan masyarakat, khususnya yang tidak mampu untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan
diri dan bekerja mencari nafkah.
Ø Kelebihan : salah
satu strategi peningkatan kualitas masyarakat, sehingga mampu menghasilkan
lulusan yang kompeten dan dapat bersaing di dunia kerja. Serta mampu memanfaatkan
sarana, prasarana, dan potensi yang ada disekitar lingkungan masyarakat, supaya
masyarakat mempunyai kemampuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan
taraf hidupnya.
Ø Contoh PKBM: Kelompok Belajar Usaha (KBU), Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP), Pemberdayaan Perempuan, Keaksaraan Fungsional Dasar Dewasa, Pendidikan anak usia dini (PAUD), dan lain-lain.
5. Majelis
Taklim
v Istilah Majelis
Taklim berasal dari Bahasa Arab, yaitu “Majlis” yang artinya ‘duduk’, dan
“Ta’lim” yang artinya ‘pengajaran’. Digabung menjadi “tempat pengajaran”. Juga
dikenal dengan sebutan halaqah, tasawuf, dan zawiyah.
v Majelis Taklim
adalah: Lembaga Pendidikan non formal yang mengkaji ilmu keagamaan, seperti
ilmu tasawuf, teologi, filsafat, dan lain-lain yang paling fleksibel dan tidak
terikat oleh waktu.
v Tujuan :
meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, pembentukan akhlak mulia
bagi jamaahnya, serta mewujudkan rahmat bagi alam semesta.
v Fungsi : sebagai wadah pendidikan maupun dakwah.
6. Satuan
Pendidikan yang sejenis
q Satuan pendidikan
yang sejenis adalah satuan yang tidak termasuk pada luar satuan yang sudah
dijelaskan terdahulu. Satuan lainnya diantaranya pesantren, sanggar seni,
TKA/TPA.
q Pesantren adalah
lembaga pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan
keagamaan.
q Sanggar seni lebih
ditujukan pada tempat kegiatan khusus dalam beraneka seni yang diikuti oleh
anak-anak, remaja, dan orang dewasa.
q Sedangkan TKA/TPA
yaitu lembaga pendidikan khusus bagi anak usia dini dalam bidang keagamaan,
khususnya agama islam.
Program
– Program Pendidikan Masyarakat
Menurut Undang - Undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, pada pasal 26 ayat (3), tercantum
program pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan
anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan
keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan,
serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta
didik.
PROGRAM UTAMA :
1. Pendidikan
Kecakapan Hidup
Ø Pendidikan Kecakapan
Hidup adalah: kemampuan yang mencakup penguasaan pengetahuan, keterampilan dan
sikap yang saling berinteraksi diyakini sebagai unsur penting untuk lebih
mandiri.
Ø Prinsip belajar:
untuk memperoleh pengetahuan (kearning to know), belajar untuk dapat
berbuat/bekerja (learning to do), belajar untuk menjadi orang yang berguna
(learning to be), dan belajar untuk hidup bersama dengan orang lain (learning
to live together).
Ø Tujuan : memberi kepada seseorang bekal pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan fungsional praktis serta perubahan sikap untuk bekerja dan berusaha mandiri, membuka lapangan kerja dan lapangan usaha serta memanfaatkan peluang yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan kualitas kesejahteraannya.
2. Pendidikan
Anak Usia Dini
v Pendidikan Anak Usia
Dini adalah pendidikan yang ditujukan bagi anak – anak yang berusia sekitar 0
sampai 6 tahun yang dilakukan pemberian berbagai rangsangan (stimulus) untuk
membantu pertumbuhan, perkembangan jasmani dan rohani agar punya kesiapan dalam
memasuki jenjang Pendidikan berikutnya.
v Tujuan : memberikan
dukungan bagi kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya anak usia dini serta
meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran orang tua dan masyarakat
akan pentingnya pendidikan bagi anak usia dini.
v Pendidikan anak pun bisa dimaknai sebagai usaha mengoptimalkan potensi-potensi luar biasa anak yang bisa dibingkai dalam pendidikan, pembinaan terpadu, maupun pendampingan. Adapun jenis-jenis pendidikan anak usia dini yaitu, Taman Kanak-kanak, play group, day care, dan lain-lain.
3. Pendidikan
Kepemudaan
q Pendidikan kepemudaan
adalah program pendidikan yang sasarannya khusus pemuda, yaitu warga negara
Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang
berusia 16 sampai 30 tahun.
q Tujuan : untuk
mempersatukan pemuda-pemuda sehingga bisa mengaktualisasikan dirinya bersama
dengan pemuda lain disekitarnya, merangkul setiap pemuda untuk bersatu,
memperkokoh persatuan dan mempererat persaudaraan, mengembangkan pola pikir
para pemuda untuk peka terhadap segala hal, baik itu lingkungan secara fisik
dan non fisik.
q Contohnya adalah dengan dibentuknya Kelompok Usia Pemuda Produktif (KUPP). Melalui program KUPP diharapkan para pemuda melalui kemampuan tertentu dalam bidang usaha sehingga dapat meningkatkan taraf hidupnya.
4. Pendidikan
Pemberdayaan Perempuan
Ø Pendidikan perempuan
merupakan perwujudan peningkatan kedaulatan dan peranan perempuan didalam
kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ø Pengembangan model
pendidikannya dengan mengembangkan program-program pendidikan keluarga
berwawasan gender yaitu pendidikan kesehatan reproduksi remaja, pencegahan,
penanggulangan, dan perawatan narkoba, pendidikan pencegahan penularan HIV/AIDS
dan advokasi dan sosialisasi pendidikan adil gender.
Ø Pendidikan
pemberdayaan Perempuan diperuntukkan khusus untuk perempuan. Hal ini didasarkan
atas masih banyak perempuan yang belum berdaya, padahal mereka memiliki potensi
yang perlu dikembangkan.
Ø Tujuan : untuk memberdayakan perempuan sehingga mereka bisa memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehingga sebagai perempuan tidak selalu dianggap sebelah mata oleh laki-laki.
5. Pendidikan
Keaksaraan
v Pendidikan
Keaksaraan yang dikembangkan saat ini adalah program keaksaraan fungsional yang
pada dasarnya merupakan suatu pengembangan dari program keaksaraan sebelumnya.
v Program Keaksaraan
Fungsional pada dasarnya bertujuan untuk:
1)
Meningkatkan
keterampilan membaca, menulis, menghitung dan juga keterampilan berbicara,
berpikir, mendengar dan berbuat.
2)
Memecahkan
masalah kehidupan Warga Belajar melalui kehidupannya dalam membaca, menulis,
berhitung dan berbuat.
3)
Menemukan
jalan untuk mendapatkan sumber-sumber kehidupan sehari-hari Warga Belajar.
4)
Meningkatkan
keberanian warga masyarakat untuk berhubungan dengan lembaga yang berkaitan
dengan kebutuhan belajarnya.
5)
Meningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan sikap pembaharuan agar dapat berpartisipasi dalam
perubahan sosial, ekonomi, dan kebudayaan di masyarakat.
6)
Meningkatkan
kesejahteraan keluarga melalui keterampilan dan kebudayaan di masyarakat.
v Metode pembelajaran
yang digunakan dalam program pembelajaran keaksaraan fungsional ini sangat
bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik serta kemampuan yang
dimilikinya.
v Ada beberapa hal yang penting dilakukan dalam memilih metode yang tepat untuk proses pembelajaran keaksaraan fungsional ini, diantaranya yaitu tujuan yang ingin dicapai, karakeristik materi pembelajaran, kemampuan pendidik, waktu yang tersedia dan jumlah peserta.
6. Pendidikan
Keterampilan dan Pelatihan Kerja
q Program pendidikan
keterampilan ditujukan untuk membekali warga belajar dalam bidang keterampilan
yang dapat dijadikan bekal usaha.
q Program pendidikan
keterampilan yang dapat dikembangkan dalam masyarakat adalah :
1)
Keterampilan
dalam bidang kemampuan Bahasa,
2)
Keterampilan
dalam bidang berumah tangga,
3)
Keterampilan
dalam bidang penampilan diri,
4)
Keterampilan
dalam bidang usaha,
5)
Keterampilan
dalam bidang pekerjaan jasa;
q Tujuan : diharapkan
masyarakat dapat meningkatkan kemampuan dirinya untuk peningkatan kesejahteraan
hidupnya.
q Program Pelatihan Kerja
adalah: salah satu bentuk satuan Pendidikan Nonformal yang diselenggarakan bagi
masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup,
dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha
mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
q Contoh program
kursus dan pelatihan yaitu: kursus tata kecantikan, kursus computer, kursus
menjahit, pelatihan mengemudi, dan lain-lain.
q Manfaat : masyarakat akan memiliki kecakapan hidup, akan memiliki keterampilan dan sertifikat keahlian sehingga mempermudah mendapat pekerjaan yang layak.
7. Pendidikan
Kesetaraan
Ø Pendidikan
kesetaraan merupakan pendidikan non formal yang meliputi pendidikan yang setara
dengan SD/ MI, SMP/ Tsanawiah, dan SMA/ Aliyah. Didalam program paket
kesetaraan paket A setara dengan pendidikan Sekolah Dasar (SD), paket B setara
dengan Sekolah menengah pertama (SMP) dan paket C setara dengan Sekolah
Menengah Atas (SMA).
Ø Tujuan : mendukung
program wajib belajar 9 tahun, dan sebagai wadah bagi anak-anak yang putus
sekolah agar bisa terus belajar.
Ø Program kesetaraan
ini menekankan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan fungsional, serta
pegembangan sikap dan kepribadian professional peserta didik.
Ø Contoh lembaga paket
kesetaraan: yaitu PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat), SKB (sanggar
kegiatan belajar), Pondok Pesantren, Majelis Taklim, Sekolah Rumah, Sekolah
Alam, Sekolah Kelas Campuran, Susteran, Diklat - diklat dan UPT.
Ø Pendidikan
kesetaraan juga menggunakan kurikulum yang dikembangkan sesuai prinsi-prinsip
yaitu berpusat pada kehidupan, beragam dan terpadu tanggap terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, menyeluruh dan
berkesinambungan dengan prinsip belajar sepanjang hayat.
PROGRAM PENDUKUNG :
1. Sekolah
Alam
v Sekolah Alam adalah
sebuah konsep pendidikan yang digagas oleh Lendo Novo berdasarkan
keprihatinannya akan biaya pendidikan yang semakin tidak terjangkau oleh
masyarakat.
v Ide membangun
sekolah alam adalah agar bisa membuat sekolah dengan kualitas sangat tinggi
tetapi dengan harga terjangkau.
v Sekolah alam yaitu suatu proses pembelajaran dengan memanfaatkan alam sebagai tempat belajar dan sumber pembelajaran. Dengan adanya sekolah alam kita akan dituntut untuk memanfaatkan alam menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menjadi sebuah pengetahuan dan keterampilan.
2. Taman
Bacaan Masyarakat
q Taman Bacaan
Masyarakat (TBM) merupakan salah satu alternatif sebagai pusat belajar dalam
rangka meningkatkan minat membaca anak-anak yang merupakan program dari
Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat (DITBINDIKMAS), Direktorat Jenderal
pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (Dirjend PAUDNI), dan
Kementerian pendidikan dan Kebudayaan RI.
q Taman Bacaan Masyarakat (TBM) diharapkan menjadi pusat sumber ilmu yang memiliki peran strategis untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki minat dan berbudaya baca atau literasi (reading society).
3. Home
Schooling
Ø Sekolah rumah atau
home schooling adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan/informal.
Sekolah rumah dilakukan di rumah, di bawah pengarahan orang tua dan tidak dilaksanakan
di tempat formal lainnya seperti di sekolah negeri, sekolah swasta, atau di
institusi pendidikan lainnya dengan model kegiatan belajar terstruktur dan
kolektif.
Ø Adapun terkadang
orang tua memanggil tutor datang ke rumah melalui perusahaan jasa penyedia
tutor atau semacam lembaga les privat, atau juga mencari tutor dengan cara
mencari informasi pada konsultan homeschooling dan komunitas homeschooling.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Akreditasi Nasional Pendidikan
Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal : https://banpaudpnf.kemdikbud.go.id/upload/download-center/08.%20Konsep%20Dasar%20PNF%20(PKBM%20dan%20LKP)_1557310762.pdf
Halimah,
Ihat, dkk. 2007. Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Jakarta: Universitas
Terbuka
Aini, W. (2006). Konsep
Pendidikan Luar Sekolah. Padang: PLS UNP Padang.
https://kamatulmunawarohpenmas1732.blogspot.com/2019/11/pendidikan-masyarakat-merupakan.html
http://putribestari19ay.blogspot.com/2018/12/satuan-dan-program-pendidikan-masyarakat.html
Komentar
Posting Komentar